Rabu, 15 Juni 2011

KONSEP MANAJEMEN PROYEK

SPEKTRUM MANAJEMEN

Manajemen proyek perangkat lunak yang efektif berfokus pada :

1. PEOPLE : Elemen terpenting dari suksesnya proyek

2. PRODUCT / PROBLEM : Software yang dikembangkan

3. PROCESS : Suatu kerangka kerja dari suatu aktifitas dan kumpulan tugas untuk memgembangkan perangkat lunak

4. PROJECT (tambahan) : Penggabungan semua kerja untuk membuat produk menjadi kenyataan

PEOPLE (MANUSIA)

SEI (Software Engineering Institute) telah mengembangkan suatu model kematangan kemampuan manajemen manusia (People Management Capability Manurity Model (PM – CMM)) untuk mempertinggi kesiapan organisasi perangkat lunak dalam membuat aplikasi yang semakin kompleks sehingga menarik, menumbuhkan, memotivasi, menyebarkan dan memelihara bakat yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan perangkat lunak mereka.

Model kematangan manajemen manusia membatasi pada :

· Rekruitmen

· Seleksi

· Manajemen unjuk kerja

· Pelatihan

· Kompensasi

· Pemgembangan karir

· Desain kerja dan organisasi

· Perkembangan karir tim / kultur

Manusia dalam pengembangan perangkat lunak terdiri dari :

1. Player (Pemain)

  • Manajer Senior : menentukan isu bisnis yang mempengaruhi dalam proyek
  • Manajer Proyek : merencanakan, memotivasi, mengorganisir, mengontrol aplikasi / produk
  • Pelaksana : mempunyai ketrampilan teknik untuk merekayasa aplikasi
  • Pelanggan : menentukan jenis kebutuhan bagi perangkat lunak yang akan dibuat
  • Pemakai akhir yang berinteraksi dengan perangkat lunak yang dibuat

2. Team Leader (Pimpinan Tim)

Manajemen proyek merupakan kegiatan manusia intensif sehingga memerlukan praktisi yang cakap.

Model Kepemimpinan (MOI yaitu Motivasi, Organisasi, gagasan dan Inovasi) menurut Jerry Weinberg, karakteristik yang menentukan manajer proyek efektif yaitu

  • Pemecahan Masalah
  • Prestasi
  • Identitas manajerial
  • Pengaruh dan pembentukan tim

3. The Software Team ( Tim perangkat lunak)

Sumber daya manusia kepada sebuah proyek yang akan membutuhkan n manusia yang bekerja selama k tahun, ada beberapa alternatif untuk menentukan sumber daya tersebut :

  • n orang mengerjakan tugas fungsional berbeda sebanyak m dengan sedikit kombinasi kerja dan koordinasi tanggung jawab manajer proyek
  • n orang mengerjakan tugas fungsional berbeda sebanyak m (mad hoc dapat dipilih, koordinasi bertanggung jawab manajer perangkat lunak
  • n orang diatur di dalam tim , setiap orang mengerjakan >= 1 tugas fungsional, setiap tim mempunyai sebuah struktur spesifik yang ditentukan untuk semua tim yang bekerja pada sebuah proyek, koordinasi dikontrol oleh tim itu sendiri dan oleh manajer proyek perangkat lunak ( sistem ini paling produktif)

Mantei, mengusulkan 3 organisasi tim yaitu:

· Demokrasi terdesentralisasi (DD)

Tidak memiliki pimpinan permanen dan koordinator dipilih untuk tugas pendek bila tugas berbeda maka pimpinan berbeda. Keputusan diambil oleh konsensus kelompok dan komunikasi secara horizontal

· Terkontrol terdesentralisasi (CD)

Tim memiliki pimpinan tertentu dan memiliki pimpinan skunder untuk sub-sub masalah. Pemecahan masalah merupakan aktifitas dari kelompok dan implentasi pemecahan pada sub-sub kelompok. Komunikasi antar kelompok dan orang bersifat horizontal tetapi komunikasi secara vertical berjalan bila hirarki kontrol berjalan .

· Terkontrol tersentralisasi (CC)

Pemecahan tingkat puncak dan internal tim oleh pimpinan tim. Komunikasi dilakukan secara vertikal.

Pengaruh Karakteristik Proyek pada Struktur Tim :





Ada 7 faktor proyek yang harus dipertimbangkan dalam rencanakan tim RPL yaitu :

1. Kesulitan pada masalah

2. Ukuran program yang dihasilkan (LOC / function)

3. Waktu tim (umur)

4. Tingkat dimana dapat dimodularitasi

5. Kualitas serta keandalan

6. Kepastian tanggal penyampaian

7. Tingkat sosiabilitas / komunikasi

Constantine, mengusulkan 4 paradigma organisasional bagi tim RPL :

1. Paradigma Tertutup

Membentuk hirarki otoritas tradisional ( mirip tim CC) tetapi kurang inovatif

2. Paradigma Random

Membentuk tim longgar dan tergantung pada inisiatif individual tim, untuk inovasi sangat baik (unggul) bila unjuk kerja tim teratur.

3. Paradigma Terbuka

Membentuk tim dengan cara tertentu sehingga banyak kontrol, inovasi banyak. Cocok untuk masalah yang kompleks tetapi tidak seefesien tim lainnya

4. Paradigma Sinkron

Mengorganisasikan tim untuk bekerja pada bagian-bagian kecil masalah dengan komunikasi aktif pada tim

4. Coordination and Communication Issue (masalah koordinasi dan komunikasi)

Proyek perangkat lunak mengalami kesulitan dikarenakan :

· Skala usaha pengembangan yang besar sehingga kesulitan dalam mengkoordinasi anggota tim dan Kompleksitas yang semakin besar

· Ketidakpastian mengakibatkan perubahan terus menurus pada proyek

· Interoperabilitas merupakan ciri dari sistem dan menyesuaikan dengan batasan sistem

Kraul dan Streeter menguji sekumpulan teknik koordinasi proyek yang dibagi atas :

· Pendekatan impersonal, formal penyampaian dan dokumen RPL (memo, laporan dll)

· Prosedure interpersonal, formal aktifitas jaminan kualitas yang diterapkan kepada produk kerja RPL (status pengkajian , perancangan dan inpeksi kode)

· Prosedure interpersonal, informal pertemuan kelompok untuk menyebarkan informasi dan pemecahan masalah serta pengembangan staf

· Komunikasi teknik, surat elektronis, web sites, teleconferens, papan buletin elektronik

· Jaringan interpersonal diskusi informal pada orang diluar proyek untuk mendapatkan pengalaman sehinnga mendukung kerja proyek

PROBLEM / PRODUCT

Analisis yang mendetail mengenai kebutuhan perangkat lunak akan memberikan informasi untuk menghitung perkiraan kuantitatif dan perencanaan organisasi. Tetapi itu sulit karena informasi yang diberikan customer tidak lengkap.

Ruang lingkup masalah dibatasi dengan :

· Konteks

perangkat lunak yang dibangun memenuhi sistem, produk / konteks bisnis yang lebih besar serta batasan yang menentukan hasilnya

· Tujuan informasi

Objek pelanggan yang dihasilkan sbg output dr perangkat lunak yang dapat digunakan sebagai input

· Fungsi dan unjuk kerja

perangkat lunak digunakan untuk mentransformasikan input menjadi output

Pernyataan ruang lingkup dibatasi (data jumlah pemakai simultan, ukuran pengiriman, waktu mak respon ), batasan /dan jangka waktu dicatat (biaya produk membatasi jumlah memori) dan factor mitigasi (algoritma yang dibutuhkan software aplikasi (pemograman))

Dekomposisi Masalah / pembagian masalah diterapkan pada :

· Fungsionalitas yang disampaikan

· Proses yang dipakai

PROCESS

Proses perangkat lunak memberikan suatu kerangka kerja dimana rencana komprehensip bagi pengembangan perangkat lunak yang dapat dibangun dengan :

· Sejumlah kumpulan tugas yang berbeda, kemampuan penyampaian dan jaminan kualitas

· Aktifitas pelindung, jaminan kualitas perangkat lunak, manajemen konfigurasi perangkat lunak dan pengukuran

Model PROSES :

1. Sekuensial Linier

Classic Life Cycle / model air terjun

2. Prototipe

Perencanaan kilat untuk konstruksi oleh prototype

3. Rapid Aplication Development (RAD)

Model sekunsial linier yang menekankan siklus pengembangan yang sangat pendek dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen

4. Inkremental (Pertambahan)

Menggabungkan elemen-elemen model sekunsial linier dengan filosopi prototype iterative khusus untuk staffing

5. Spiral

Merangkai sifat iterative dari prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematis dari sekunsial linier

6. Rakitan Komponen

Paradigma orientrasi obyek menekankan kreasi kelas yang mengenkapsulasi data dan algoritma yang dipakai untuk memanipulasi data (gabungan dengan karakter spiral)

7. Perkembangan Komponen

Sering dipakai untuk mengembangkan aplikasi client server Aktifitas dibagi menjadi :

  • dimensi sistem : desain, assembly dan pemakai
  • dimensi komponen : desain dan realisasi

8. Metode Formal

Mengkhususkan, mengembangkan, dan menverifikasi sistem berbasis komputer dengan notasi matematis yang tepat (Clean room RPL)

9. Teknik Generasi Keempat

Serangkaian alat bantu perangkat lunak yang secara otomatis memunculkan kode sumber yang berdasarkan pada spesifikasi perekayasaan

Serangkaian aktifitas kerja perangkat lunak :

1. Komunikasi pelanggan

2. Perencanaan

3. Analisa Resiko

4. Rekayasa

5. Konstruksi dan rilis

6. Evaluasi Pelanggan

Dekomposisi Proses

Bila batasan waktu yang ketat diberikan dan masalah dapat dipecah-pecah, model RAD mungkin pilihan yang paling tepat. Tugas kerja yang actual bervariasi sehingga dekomposi proses dimulai pada saat bagaimana menyesesaikan kerja proses secara umum.

PROYEK

Profesional industri sering mengacu pada aturan 90-90 yaitu pada saat mendiskusikan proyek perangkat lunak yang sukar maka 90 % dari sistem yang pertama menyerap 90 % dari usaha dan waktu yang diberikan. 10 % terakhir mengambil 90 % lain dari usaha dan waktu yang

diberikan.

Dari penyataan tersebut proyek mengalami kesulitan yaitu :

1. Kemajuan mengalami kecacatan

2. Tidak ada cara untuk mengkalibrasi kemajuan karena tidak memperoleh matrik kuantitatif

3. Rencana proyek belum dirancang untuk menakomodasi sumber daya yang diperlukan pada akhir sebuah proyek

4. Resiko-resiko belum mempertimbangkan secara eksplisit serta belum dibuat rencana untuk mengurangi, mengatur dan memonitor

5. Jadual yang ada tidak realistis dan cacat

Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan waktu pada awal proyek untuk membangun rencana yang realistis guna memonitor rencana proyek selama berjalan dan pada keseluruhan proyek serta mengontrol kualitas serta perubahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar